Resensi Novel “Laskar Pelangi"

  Sebuah kisah nyata tentang 11 murid sekolah muhammadiyah, sebuah sekolah kampong paling miskin di Belitong. Ada 3 alasan mengapa para orang tua mendaftarkan anaknya di sekolah Muhammadiyah. Pertama, karena sekolah Muhammadiyah tidak menerapkan iuran dalam bentuk apapun
, para orang tua hanya menyumbang sukarela semampu mereka. Kedua, karena firasat, anak – anak mereka dianggap memiliki karakter tang mudah disesatkan iblis sehingga sejak usia muda harus mendapatkan pelajaran Islam yang tangguh. Ketiga, karena anaknya memang tidak di sekolah manapun.

Dikarenakan kekurangan guru, maka selama 6 tahun di SD seorang guru bernama N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid atau dipanggil Bu Mus mengajarkan semua mata pelajaran mulai dari menulis indah, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Ilmu Bumi sampai Matematika, Geografi, Prakarya dan Praktik Olahraga. Bu Mus hanya memiliki selembar ijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) namun beliau bertekad untuk terus  mengobarkan pendidikan Islam walaupun hanya memperoleh upah 15 Kilogram beras setiap bulan. Beliau bersama pamannya Bapak K.A. Harfan Effendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Pamannya selaku kepala sekolah Muhammadiyah merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang menjadi pelita bagi para Laskar Pelangi.
Laskar Pelang memiliki 10 orang anggota pada awalnya, namun menjadi 11 orang ketika Flo datang. Flo dulunya bersekolah di Sekolah PN (Perusahaan Negara) milik PN timah. PN timah adalah sebuah perusahaan yang palig berpengaruh di Belitong, karena timah merupakan denyut nadi pulau Belitong. Flo seorang gadis yang berpostur tubuh tinggi, rata, tomboy adalah seorang gadis yang nakal, tidak seperti anggota Laskar Pelangi yang lainnya, Flo berasal dari keluarga yang berkelimpahan harta. Floriana yang merupakan anak bungsu dari keluarganya, tidak suka menerima dirinya sebagaiperempuan mungkin karena Flo adalah anak perempuan yang satu – satunya di keluarganya. Florina memiliki ketertarikan yang sama seperti Mahar dalam Metafisika.
Mahar merupakan salah satu anggota Laskar Pelangi selain Trapani, Syahdan, Harun, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Lintang dan ikal. Mahar seorang anak laki – laki yang tampan seperti halnya Trapani dan pintar seperti Lintang. Mahar seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif dan sering deremehkan sahabat – sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus dengan menjadi koreografer dalam koreografi massal Suku Masai dari Afrika, yang dibuatnya. Mahar adalah seniman yang hidup diantara orang yang tidak mengerti arti seni, sehingga kadang kala di dalam anggota Laskar Pelangi, Mahar sering dianggap “gila”, walaupun begitu tetap ada yang memandang tinggi Mahar, ialah A kiong.
A Kiong selalu percaya dengan hal – hal yang diceritakan oleh Mahar. A Kiong selalu berdebat dengan Sahara. Sahara adalah seorang gadis berjilbab dan keras kepala. Sahara sering mendengarkan Harun, seorang anak kecil yang terperangkap di tubuh orang dewasa yang selalu menceritakan tentang kucingnya yang berbelang tiga, melahirkan anak tiga, semua anaknya berbelang tiga.
Lain halnya dengan Syahdan salah satu pejuang yang bercita – cita menjadi seorang aktor. Syahdan adalah anak yang selalu menerima perintah, terasing, serta kambing hitam dalam setiap akar persoalannya. Lalu ada Trapani, seorang anak yang hidup tanpa kehadiran seorang ayah, Trapani hanya hidup bersama ibunya. Trapani dan ibunya hampir sama seperti halnya amplop dan perangko yang sulit dipisahkan
Adapun Borek yang sebutannya Samson, adalah seorang anak bertubuh tinggi dan besar. Samson memiliki obsesi untuk memiliki tubuh yang macho dan gagah, hal itu diawali dengan pertemuannya dengan sebuah botol yang memiliki gambar lelaki berotot dan bertuliskan “Obat Kuat”. Samson adalah anak yang sulit diatur seperti halnya kucai. Kucai adalah anak yang selama sekelas bersama para  Laskar Pelangi lainnya selalu menjadi ketua kelas, walaupun Kucai sendiri pesimis terhadap tanggung jawab dari seorang ketua kelas.
Suasana kelas para anggota Laskar Pelangi selalu diwarnai oleh pelangi kejeniusan Mahar yang lebih spesifik dengan seni dan Lintang yang spesifik dengan bidang eksak. Lintang adalah seorang anak yang dituangkan dengan ilmu, seorang kuli kopra cilik yang jenius dan dengan senang hati bersepeda 80 KM pulang – pergi hanya untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Seorang anak yang gigih bahkan telah menyumbangkan sebuah kemenangan bagi sekolah kampung Muhammadiyah dalam lomba cerdas cermat dengan mengalahkan sekolah PN.
Lintang seorang anak yang dibahunya terdapat beban hidup untuk menghidupi keluarganya semenjak ayahnya meninggal. Lintang adalah anggota Laskar Pelangi yang telah memberikan keberanian bagi para anggota Laskar Pelangi yang lainnya untuk bermimpi, seperti halnya pengagum Mahar adalah A Kiong, maka pengagum Lintang adalah Ikal.
Ikal teman sebangku Lintang, mereka sebangku karena mereka memiliki kemiripan yaitu sama – sama berambut ikal. Ikal, anak seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil. Ikal seorang anak lelaki yang merasakan cinta pada pandangan pertama di toko kelontong dengan seorang gadis Tionghoa bernama A Ling. Aling adalah sepupu dari A Kiong, merupakan seorang gadis yang memiliki kuku yang manis dan bermuka simetris.
Ada hal tragis dan bahagia yang terjadi 12 tahun kenmudian. Hal tragis dialami Lintang. Lintang yang semenjak putus sekolah, menjadi supir truk pasir di bedeng kuli. Walaupun begitu, Lintang telah berhasil mewujudkan impian yaitu agar Lintang tidak memiliki pekerjaan yang sama seperti ayahnya sebagai seorang nelayan. Seorang Matematikawan pertama di Belitong yang berakhir di bedeng kuli.
Ketragisan kisah antara anak dan ibu, Trapani dengan ibunya tinggal di rumah sakit jiwa Sungai Liat yang disebut Zaal Batu, dikarenakan perilaku mother complex yang sangat ekstrem. Namun akhirnya Trapani dan ibunya dapat keluar karena mengalami kemajuan.
Kabahagiaan menyalimuti A Kiong yang telah menjadi seorang penganut agama islam dan memilih nama baru Nur Zaman. Nur Zaman beristrikan seorang wanita bernama Sahara. Mereka memiliki 5 anak dan membuka toko kelontong dengan judul Sinar Perkasa. Mereka memperjakan seorang kuli yang bernama Samson. Jika waktu luang mereka bertiga mengunjungi Harun. Harun bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga, melahirkan anak tiga, semua anaknya berbelang tiga dan yang berbeda sekarang adalah mereka mengunjungi Harun pada tanggal tiga. Kalau dulu Harun adalah anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa, sekarang Harun adalah orang dewasa yang terperangkap dalam pikiran anak kecil.
Syahdan, pria liliput putra seorang nelayan, jebolan sekolah gudang kopra Muhammadiyah telah menduduki posisi sebagai Information Technology Manager di sebuah perusahaan internasional terkemuka yang berkantor pusat di Tangerang. Dari sudut pandang material Syahdan adalah anggota Laskar Pelangi yang paling sukses. Namun Syahdan tidak pernah menyerah pada cita – citanya untuk menjadi aktor sungguhan.
Kucai dulu selalu menjadi ketua kelas, telah menjadi Drs Mukharam Kucai Khairani, MBA dan selalu berpakaian safari. Dulu di kelas otaknya paling lemah sekarang gelar akademiknya termasuk paling tinggi diantara anggota laskar pelangi. Ia sekarang bekerja sebagai salah satu anggota DPRD di Belitong.
 Flo yang dulu tomboy telah menjadi wanita sejati dan telah bersuami dengan dikaruniai 4 anak lelaki dengan dua kali persalinan anak kembar. Flo menempuh perguruan tinggi di Fakultas Keguruan dan Ilimu Pendidikan di Universitas Sriwijaya. Setelah lulus, Flo menjadi guruTK di Tanjong Pandan dan bercita – cita membangun gerakan wanita Muhammadiyah. Mahar telah menjadi seorang pengajar dan mengorganisasi berbagai kegiatan budaya, serta melatih buruk memetik buah kelapa.
Ikal sang pemimpi menjadi seorang pegawai Pos, tukang sortir, bagian kiriman peka waktu, Shift pagi yang bekerja mulai subuh walaupun sebenarnya dulu Ikal tidak ingin menjadi orang yang bekerja subuh. Sang pemimpi itu kemudian kembali berani bermimpi meraih Edensor semenjak Ikal mengetahui bahwa adanya beasiswa Uni – Eropa. Tujuan barunya dalam pengejaran meraih beasiswa tersebut

Resensi Novel “Laskar Pelangi"

  Sebuah kisah nyata tentang 11 murid sekolah muhammadiyah, sebuah sekolah kampong paling miskin di Belitong. Ada 3 alasan mengapa para orang tua mendaftarkan anaknya di sekolah Muhammadiyah. Pertama, karena sekolah Muhammadiyah tidak menerapkan iuran dalam bentuk apapun
, para orang tua hanya menyumbang sukarela semampu mereka. Kedua, karena firasat, anak – anak mereka dianggap memiliki karakter tang mudah disesatkan iblis sehingga sejak usia muda harus mendapatkan pelajaran Islam yang tangguh. Ketiga, karena anaknya memang tidak di sekolah manapun.

Dikarenakan kekurangan guru, maka selama 6 tahun di SD seorang guru bernama N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid atau dipanggil Bu Mus mengajarkan semua mata pelajaran mulai dari menulis indah, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Ilmu Bumi sampai Matematika, Geografi, Prakarya dan Praktik Olahraga. Bu Mus hanya memiliki selembar ijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) namun beliau bertekad untuk terus  mengobarkan pendidikan Islam walaupun hanya memperoleh upah 15 Kilogram beras setiap bulan. Beliau bersama pamannya Bapak K.A. Harfan Effendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Pamannya selaku kepala sekolah Muhammadiyah merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang menjadi pelita bagi para Laskar Pelangi.
Laskar Pelang memiliki 10 orang anggota pada awalnya, namun menjadi 11 orang ketika Flo datang. Flo dulunya bersekolah di Sekolah PN (Perusahaan Negara) milik PN timah. PN timah adalah sebuah perusahaan yang palig berpengaruh di Belitong, karena timah merupakan denyut nadi pulau Belitong. Flo seorang gadis yang berpostur tubuh tinggi, rata, tomboy adalah seorang gadis yang nakal, tidak seperti anggota Laskar Pelangi yang lainnya, Flo berasal dari keluarga yang berkelimpahan harta. Floriana yang merupakan anak bungsu dari keluarganya, tidak suka menerima dirinya sebagaiperempuan mungkin karena Flo adalah anak perempuan yang satu – satunya di keluarganya. Florina memiliki ketertarikan yang sama seperti Mahar dalam Metafisika.
Mahar merupakan salah satu anggota Laskar Pelangi selain Trapani, Syahdan, Harun, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Lintang dan ikal. Mahar seorang anak laki – laki yang tampan seperti halnya Trapani dan pintar seperti Lintang. Mahar seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif dan sering deremehkan sahabat – sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus dengan menjadi koreografer dalam koreografi massal Suku Masai dari Afrika, yang dibuatnya. Mahar adalah seniman yang hidup diantara orang yang tidak mengerti arti seni, sehingga kadang kala di dalam anggota Laskar Pelangi, Mahar sering dianggap “gila”, walaupun begitu tetap ada yang memandang tinggi Mahar, ialah A kiong.
A Kiong selalu percaya dengan hal – hal yang diceritakan oleh Mahar. A Kiong selalu berdebat dengan Sahara. Sahara adalah seorang gadis berjilbab dan keras kepala. Sahara sering mendengarkan Harun, seorang anak kecil yang terperangkap di tubuh orang dewasa yang selalu menceritakan tentang kucingnya yang berbelang tiga, melahirkan anak tiga, semua anaknya berbelang tiga.
Lain halnya dengan Syahdan salah satu pejuang yang bercita – cita menjadi seorang aktor. Syahdan adalah anak yang selalu menerima perintah, terasing, serta kambing hitam dalam setiap akar persoalannya. Lalu ada Trapani, seorang anak yang hidup tanpa kehadiran seorang ayah, Trapani hanya hidup bersama ibunya. Trapani dan ibunya hampir sama seperti halnya amplop dan perangko yang sulit dipisahkan
Adapun Borek yang sebutannya Samson, adalah seorang anak bertubuh tinggi dan besar. Samson memiliki obsesi untuk memiliki tubuh yang macho dan gagah, hal itu diawali dengan pertemuannya dengan sebuah botol yang memiliki gambar lelaki berotot dan bertuliskan “Obat Kuat”. Samson adalah anak yang sulit diatur seperti halnya kucai. Kucai adalah anak yang selama sekelas bersama para  Laskar Pelangi lainnya selalu menjadi ketua kelas, walaupun Kucai sendiri pesimis terhadap tanggung jawab dari seorang ketua kelas.
Suasana kelas para anggota Laskar Pelangi selalu diwarnai oleh pelangi kejeniusan Mahar yang lebih spesifik dengan seni dan Lintang yang spesifik dengan bidang eksak. Lintang adalah seorang anak yang dituangkan dengan ilmu, seorang kuli kopra cilik yang jenius dan dengan senang hati bersepeda 80 KM pulang – pergi hanya untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Seorang anak yang gigih bahkan telah menyumbangkan sebuah kemenangan bagi sekolah kampung Muhammadiyah dalam lomba cerdas cermat dengan mengalahkan sekolah PN.
Lintang seorang anak yang dibahunya terdapat beban hidup untuk menghidupi keluarganya semenjak ayahnya meninggal. Lintang adalah anggota Laskar Pelangi yang telah memberikan keberanian bagi para anggota Laskar Pelangi yang lainnya untuk bermimpi, seperti halnya pengagum Mahar adalah A Kiong, maka pengagum Lintang adalah Ikal.
Ikal teman sebangku Lintang, mereka sebangku karena mereka memiliki kemiripan yaitu sama – sama berambut ikal. Ikal, anak seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil. Ikal seorang anak lelaki yang merasakan cinta pada pandangan pertama di toko kelontong dengan seorang gadis Tionghoa bernama A Ling. Aling adalah sepupu dari A Kiong, merupakan seorang gadis yang memiliki kuku yang manis dan bermuka simetris.
Ada hal tragis dan bahagia yang terjadi 12 tahun kenmudian. Hal tragis dialami Lintang. Lintang yang semenjak putus sekolah, menjadi supir truk pasir di bedeng kuli. Walaupun begitu, Lintang telah berhasil mewujudkan impian yaitu agar Lintang tidak memiliki pekerjaan yang sama seperti ayahnya sebagai seorang nelayan. Seorang Matematikawan pertama di Belitong yang berakhir di bedeng kuli.
Ketragisan kisah antara anak dan ibu, Trapani dengan ibunya tinggal di rumah sakit jiwa Sungai Liat yang disebut Zaal Batu, dikarenakan perilaku mother complex yang sangat ekstrem. Namun akhirnya Trapani dan ibunya dapat keluar karena mengalami kemajuan.
Kabahagiaan menyalimuti A Kiong yang telah menjadi seorang penganut agama islam dan memilih nama baru Nur Zaman. Nur Zaman beristrikan seorang wanita bernama Sahara. Mereka memiliki 5 anak dan membuka toko kelontong dengan judul Sinar Perkasa. Mereka memperjakan seorang kuli yang bernama Samson. Jika waktu luang mereka bertiga mengunjungi Harun. Harun bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga, melahirkan anak tiga, semua anaknya berbelang tiga dan yang berbeda sekarang adalah mereka mengunjungi Harun pada tanggal tiga. Kalau dulu Harun adalah anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa, sekarang Harun adalah orang dewasa yang terperangkap dalam pikiran anak kecil.
Syahdan, pria liliput putra seorang nelayan, jebolan sekolah gudang kopra Muhammadiyah telah menduduki posisi sebagai Information Technology Manager di sebuah perusahaan internasional terkemuka yang berkantor pusat di Tangerang. Dari sudut pandang material Syahdan adalah anggota Laskar Pelangi yang paling sukses. Namun Syahdan tidak pernah menyerah pada cita – citanya untuk menjadi aktor sungguhan.
Kucai dulu selalu menjadi ketua kelas, telah menjadi Drs Mukharam Kucai Khairani, MBA dan selalu berpakaian safari. Dulu di kelas otaknya paling lemah sekarang gelar akademiknya termasuk paling tinggi diantara anggota laskar pelangi. Ia sekarang bekerja sebagai salah satu anggota DPRD di Belitong.
 Flo yang dulu tomboy telah menjadi wanita sejati dan telah bersuami dengan dikaruniai 4 anak lelaki dengan dua kali persalinan anak kembar. Flo menempuh perguruan tinggi di Fakultas Keguruan dan Ilimu Pendidikan di Universitas Sriwijaya. Setelah lulus, Flo menjadi guruTK di Tanjong Pandan dan bercita – cita membangun gerakan wanita Muhammadiyah. Mahar telah menjadi seorang pengajar dan mengorganisasi berbagai kegiatan budaya, serta melatih buruk memetik buah kelapa.
Ikal sang pemimpi menjadi seorang pegawai Pos, tukang sortir, bagian kiriman peka waktu, Shift pagi yang bekerja mulai subuh walaupun sebenarnya dulu Ikal tidak ingin menjadi orang yang bekerja subuh. Sang pemimpi itu kemudian kembali berani bermimpi meraih Edensor semenjak Ikal mengetahui bahwa adanya beasiswa Uni – Eropa. Tujuan barunya dalam pengejaran meraih beasiswa tersebut